Tahun 2025 Terakhir Kemenag Jadi Penyelenggara Ibadah Haji, Digantikan dengan BPH Dibentuk Prabowo - Halaman all - tribungayo

 

Tahun 2025 Terakhir Kemenag Jadi Penyelenggara Ibadah Haji, Digantikan dengan BPH Dibentuk Prabowo - Halaman all - tribungayo

TRIBUNGAYO.COM - Kementerian Agama (Kemenag) RI memberikan penjelasan bahwa tahun 2025 merupakan tahun terakhir sebagai penyelenggara ibadah haji Indonesia.

Sebab ibadah tahun 2026 akan ditangani lembaga baru yang telah dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024.

Lembaga baru sebagai penyelenggara haji adalah BPH atau kepanjangan dari Badan Penyelenggara Haji.

Melansir Kompas.com, BPH belum menangani haji tahun 2025 ini karena persiapan haji yang dilakukan sejak 2024 dipegang oleh Kementerian Agama RI. 

Lembaga yang baru seumur jagung ini masih mempersiapkan masa transisi dan memperkuat struktur organisasi.

Ucapan perpisahan tahun terakhir penyelenggaraan haji di lingkungan Kemenag ini disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Ia meminta doa agar tugas besar yang selama ini diemban Kemenag bisa berakhir dengan baik atau husnul khotimah.

"Ini adalah penyelenggaraan ibadah haji terakhir yang akan dikelola Kemenag, jadi kami ingin husnul khotimah. Kami ingin menciptakan senyuman bagi para jemaah haji Indonesia,” ujar Menag Nasaruddin, Jumat (17/1/2025).

Dalam keterangannya, Nasaruddin menegaskan, Kemenag berkomitmen memberikan pelayanan yang harus menjamin kedamaian, kenyamanan, dan keamanan bagi para jemaah haji tahun ini.

Baca juga: Kuota Haji 2025 untuk Indonesia 221.000 Jamaah

"Pelayanan haji yang penuh dengan kedamaian, keamanan, serta kenyamanan menjadi komitmen pemerintah Indonesia saat ini. Hal ini tentunya sudah dipesankan oleh Presiden Prabowo," katanya. 

Nasaruddin bertutur, salah satu kabar baik yang menyertai penyelenggaraan haji tahun ini adalah penurunan biaya haji menjadi Rp 55,4 juta.

Hal ini diharapkan memberikan kebahagiaan bagi para calon jemaah haji yang telah lama menantikan momen untuk menunaikan rukun Islam kelima.

"Mereka juga akan tersenyum jika setibanya di Tanah Suci yang betul-betul mereka rindukan, mendapatkan pelayanan terbaik dari kita semua," kata Menag.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga menekankan pentingnya pelaksanaan manasik haji yang baik sebagai bagian dari upaya menciptakan pengalaman ibadah yang khusyuk dan menyenangkan bagi para jemaah. 

"Artinya, manasik haji juga perlu kami perhatikan betul. Kami ciptakan senyuman-senyuman ini," imbuh dia.

Siapkan masa transisi

Selain berkoordinasi dengan Kementerian Agama, BPH yang dipimpin Mohcamad Irfan Yusuf ini juga menyiapkan institusi perhajian yang profesional dan berintegritas.

Salah satu gebrakannya adalah melantik tujuh eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK); sayangnya, nama-nama eks penyidik ini tak disebutkan oleh BPH.

"BPH Haji hadir untuk menjawab arahan Presiden. Kami memastikan tata kelola perhajian dijalankan dengan standar integritas yang tinggi, sehingga tidak hanya memberikan pelayanan optimal kepada umat, tetapi juga memberikan dampak luas bagi pembangunan bangsa,” ujar Wakil Kepala BPH, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat melantik pejabat tinggi di lingkungan BPH, Jumat (10/1/2025).

Dahnil mengatakan, komitmen BPH Haji sejalan dengan visi Presiden untuk menjadikan haji tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pendorong pembangunan ekosistem ekonomi umat, penguatan nasionalisme, dan toleransi.

"BPH Haji akan terus bekerja keras memastikan pelaksanaan amanah ini berjalan dengan baik dan penuh integritas demi kemaslahatan umat dan bangsa," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Biaya Haji 2025 Turun Menjadi Rp 55,5 Juta per Jamaah

Sumber: Kompas.com

Baca Juga

Komentar

 Pusatin9 


 Postingan Lainnya 

Baca Juga